Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digagas oleh pemerintah, merupakan sebuah intervensi gizi strategis untuk investasi jangka panjang dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Program ini bertujuan mengatasi masalah gizi buruk dan stunting, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil, dan ibu menyusui.
Untuk merealisasikan target dapur MBG agar bisa tercapai, dibutuhkan infrastruktur logistik dan produksi yang masif, terpusat pada pembangunan Dapur MBG, atau secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Supplyyuk, sebagai supplier dapur MBG Bekasi Bogor Depok Tangerang Jakarta yang berpengalaman di bisnis B2B, memiliki kepentingan untuk menginformasikan kepada publik mengenai skala, tujuan MBG, dan dampaknya, dengan mengacu pada data resmi dan terverifikasi.

Sasaran MBG Siapa Saja?
Inti dari program MBG adalah memastikan bahwa kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang memadai. Menurut Perpres 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, sasaran MBG siapa saja meliputi:
- Peserta Didik atau Pelajar: Mencakup jenjang PAUD hingga SMA/SMK di berbagai lingkungan pendidikan (umum, kejuruan, keagamaan, dll.).
- Balita: Anak usia di bawah lima tahun.
- Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.
Berapa target penerima MBG secara keseluruhan? Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa target program adalah menjangkau 82,9 juta penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia (Sumber: Sekretariat Kabinet RI, 29 September 2025).
Meskipun realisasi dilakukan bertahap, data hingga pertengahan Agustus 2025 mencatat MBG telah menjangkau sekitar 20 juta penerima (Sumber: Sekretariat Negara, 15 Agustus 2025).
Target Dapur MBG, Skala Produksi untuk Jutaan Porsi
Untuk melayani puluhan juta penerima manfaat, dibutuhkan ribuan dapur produksi yang terstandarisasi. Target Dapur MBG (SPPG) menjadi indikator utama keberhasilan infrastruktur program:
- Target Ideal Nasional: Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pengoperasian 30.000 Dapur SPPG hingga akhir tahun 2025.
- Realisasi Progresif: Data BGN hingga September 2025 menunjukkan bahwa total Jumlah Dapur MBG yang berhasil dibangun atau lolos verifikasi telah mencapai 10.012 dapur.
Skala ini menunjukkan bahwa program ini membutuhkan rantai pasok yang sangat kuat. Bagi Supplyyuk, ini menegaskan urgensi sebagai supplier B2B yang mampu menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan.

Berapa Luas Dapur MBG?
Program MBG menuntut standar dapur yang modern, higienis, dan mampu memproduksi dalam volume besar. Spesifikasi ini ditetapkan oleh BGN:
- Luas Standar Bangunan: Dapur MBG standar (Tipe BGN) dirancang dengan ukuran ideal 20m x 20m, setara 400 m², dengan luas lahan minimal 600-1000 m².
- Kapasitas Produksi: Dapur standar 400 m² memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi per hari.
- Fleksibilitas: Terdapat opsi SPPG Mandiri dengan bangunan sudah berdiri, dengan luas minimal 150 m².
Dapur-dapur ini harus memiliki fasilitas wajib seperti ruang pengolahan, ruang cuci bahan makanan hewani dan sayur/buah, gudang penyimpanan, dan ruang inspeksi makanan.
📈 Manfaat MBG Dalam Jangka Panjang
Manfaat MBG memiliki spektrum yang luas, melampaui sekadar pemberian makanan:
- Peningkatan Gizi dan Pendidikan: Meningkatkan gizi anak, yang berdampak pada peningkatan fokus dan prestasi akademik. Presiden juga mencatat peningkatan angka kehadiran anak di sekolah (Sumber: Sekretariat Negara, 15 Agustus 2025).
- Penciptaan Lapangan Kerja: Program ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, menciptakan sekitar 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan sekitar 1 juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM sebagai pemasok bahan baku (Sumber: Sekretariat Negara, 15 Agustus 2025; Presidenri.go.id, 15 Oktober 2025).
Tujuan MBG secara utuh adalah membangun fondasi kuat bagi Indonesia Emas 2045 melalui intervensi gizi terpadu, yang juga menggerakkan ekonomi daerah.




